Rabu, 14 Maret 2018

Apakah Menurutmu Saya Sama Seperti Yang Dulu?

Hari ini saya ingin menuliskan kegundahan yang saya alami beberapa bulan terakhir ini. Kamu tau kan maksud saya apa? 

Yah, hai blog. Banyak hal yang telah berubah dalam dunia ini. Tapi, aku yakin kamu tidak akan pernah berubah. Sejauh ini saya masih percaya dengan dunia maya. Tapi, saya juga tidak bisa hilang begitu saja dari dunia  nyata. Meskipun, dunia nyata kadang berubah-ubah. 

Banyak hal tentunya yang bisa membentuk karakter kita. Pertemuan, konflik, musuh, persahabatan atau mungkin perpisahan. Banyak faktor. 

Dan yang ingin saya bahas hari ini adalah karakter saya sendiri. Karakter apa?

01. Licik
Saya punya karakter yang aneh. Pernah tidak? kamu merasa harus menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Pura-pura tidak terjadi apa-apa. Membiarkan orang lain melihat masalah yang ia perbuat. Dan membiarkan orang lain merasa bersalah. Dan menjadi sosok yang berusaha bersimpati. Padahal, kita bisa saja mencegah terjadinya kesalahan itu. Saya menyebutnya sesuatu yang licik.

02. Pengambil Kesimpulan yang Buruk
Kadang kita membuat kesimpulan berdasarkan pola sikap yang kita amati. Namun, suatu waktu ternyata kesimpulan itu salah. Dan ternyata setelah kita paham. Pada dasarnya sifat manusia dan barisan angka adalah dua hal yang berbeda. Sifat manusia tidak memiliki pola. Kita hanya penduga. Sementara, sifat manusia sejatinya berubah-ubah. Itu mutlak.

03. Mudah Putus Asa
Saya pernah punya pengalaman pahit. Dan saya menghindari itu semua. Misalnya, saya mundur dari suatu tempat karena tidak cocok dengan atmosfer dan sifat orang-orang disana yang suka menceritai orang lain dari belakang. Saya mundur dengan alasan sulit mengatur waktu. Atau tempat yang satunya lagi, saya menghindar untuk mengerjakan tugas akhir karena mendengar banyak sekali kicauan miring tentang saya ditempat itu. Saya menghindar dengan alasan sibuk kerja. Nah, sekarang saya cuti kerja karena tertekan dengan proses. Namun, saya mengatakan karena ingin penelitian. 

Apakah saya seburuk ini sekarang? Ayolah Alif kau semakin tua, harusnya kau punya sikap yang lebih dewasa. Namun, saya tetap percaya bahwa sikap kita sejatinya akan terus berubah.

04. Melihat dari Sisi Lain
Saya hanya ingin punya teman yang tidak akan pernah saya tinggalkan meskipun zaman terus berubah. Tuntutan hidup semakin bertambah. Saya berubah. atau Mereka berubah. Dan kami saling menerima satu sama lain.

05. Egois
Kau tau? Mereka akhirnya tau kalau saya adalah orang yang egois. Karna tidak ingin ditinggalkan oleh mereka. Sementara dalam hati kecil saya, saya pun bisa saja melakukan hal yang sama kalau ada diposisi seperti itu. 

06. Teman yang baik
Saya akan menjadi teman yang baik, dengan menjadikanmu prioritas utama. Namun, kita bisa saling memaklumi kebutuhan satu sama lain. Namun, jika kau meminta lebih dari yang bisa saya berikan maka silahkan tinggalkan saya!

Ini mungkin sifat dasar manusia yang ada pada diri saya sekarang. Entahlah esok atau lusa. Tapi, jujur saya hanya ingin hidup dengan tenang hangat dan tidak neko-neko. itu saja. Masalahnya sekarang adalah kalian menghindar jauh dari saya bayangkan. Kita berubah bukan berarti kita punya masalah. Jadi tetaplah saling menjaga. tetaplah saling menerima.

Minggu, 01 Januari 2017

Kimi No Na Wa T_T ?


Suka. Sebelum, saya mereview animovie ini saya akan curhat dulu tentang pra dan pasca menonton "Kimi No Na Wa." (Your Name) 

Pra :
Sebenarnya, bukan animovie ini yang ingin sekali saya tonton. Berhari-hari mencari animovie "Koe No Katachi", Nihil. Malah membuat saya frustasi dan akhirnya memilih untuk menonton animovie "Kimi No Na Wa." 

Kalo disimpulkan, tujuan awal nonton film ini adalah karena pelampiasan. Hahaha sungguh terlalu. Tapi, memang pada awalnya saya tidak tertarik dengan "Kimi No Na Wa." Melihat review di beberapa blog. Kurang menarik. Kisah tentang 2 orang ditempat berbeda itu premis yang saya ambil dan itu tidak membuat saya tertarik. Namun ... *eits bahasnya direview bro*

Pasca :
Apa bedanya dengan Review ? *baka*. Dipasca ini, saya akan buka kartu. Alasan pertama saya kecanduan animovie bahkan anime series adalah karena ketidak sengajaan saya menonton animovie "Toki wo Kakeru Shoujo" dan itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam sampai sekarang. Namun, saya merasa bahwa saya telah melupakan kesan itu berkat "Kimi No Na Wa." Karena membuat kesan yang lebih mendalam.

Review :
Untuk kesekian kalinya, saya kembali memberikan applouse untuk Makoto Shinkai sebagai sutradara. Anime berdurasi 1,4 jam lebih ini berhasil menarik perhatian saya. Namun, standing applouse saya tujukan untuk si penulis skenario. Cek per cek ternyata penulisnya, Makoto Shinkai juga. Wah, kagum banget sama ini orang. Tidak ada matinya.

Menceritakan tentang kehidupan dua orang remaja yakni Miyamizu Mitsuha dan Tachibana Taki. Mitsuha, diceritakan tinggal di pedesaan, yakni Itomori. Sedangkan, Taki di perkotaan, Tokyo. Benang merah keduanya terletak dibenang merah yang terdapat pada diri mereka. Hahaha. Maksudnya, benang merah itu adalah tali merah yang sering mereka pakai berdua, yang ternyata tali yang sama. *Masih intro, tahanlah bro!*

Yang kemudian daripada itu untuk membuat satu kesatuan utuh "Kimi No Na Wa" ini. Sang penulis menciptakan plot, mereka ber"mimpi". Taki bermimpi menjadi cewek. Dan begitupun sebaliknya. Mimpi ini terus berlanjut sampai mereka sadar bahwa mimpi yang mereka alami adalah nyata. Dalam arti, jiwa mereka tertukar. Walaupun, posisi mereka sangat jauh. *Punch 1*

Begitu selanjutnya, mereka menjalani 2 kehidupan dan saling membuat "masalah" untuk diri mereka satu sama lain. Namun, perlahan Mitsuha merasakan kejanggalan, perasaan. 


Ketika ia menjebak Taki yang asli untuk berkencan dengan senior ceweknya. Yang, diamini oleh Taki. Ia pun merasa terjadi sesuatu pada dirinya. Disebabkan oleh seseorang dan orang itu adalah Mitsuha. Hadirnya rasa tersebut adalah kunci bagaimana mereka berpisah dengan rutinitas "bertukar jiwa". Taki penasaran dan akhirnya mencari sosok Mitsuha yang sebenarnya. *Punch 2*

Awalnya, saya merasa dengan mereka saling mencari itu saja sudah membuat saya puas. Namun, Makoto Shinkai berusaha bermain teka-teki. Dan itu, membuat saya merasa sangat panas. Karena dia berusaha memuaskan 2 hal yakni hati dan pikiran. Curang. Akhirnya, saya mengikuti alur cerita yang cukup rumit ini dan membawa saya kedalam sebuah fakta bahwa Matsuha, sudah meninggal jauh sebelum jiwa mereka saling bertukar. *Punch 3/ Climax*

Taki merasa perjuangannya selama ini sia-sia. Melihat bagaimana lembah bekas ledakan komet di Itomori menewaskan Matsuha. Dan melihat hal itu membuat Taki lupa segalanya. Yang ia ingat adalah tujuannya ke Itomori untuk mencari seseorang yang tidak ingin dilupakannya. Namun, ia telah melupakan nama orang itu. 


Kisi-kisi fantasi telah terbuka sangat lebar bahkan kisi-kisi itu telah menjadi sebuah jendela besar. Yang jelasnya mereka bertemu dan mengubah takdir dengan cara yang rumit untuk dijelaskan. Kejadian yang menguras emosi terjadi saat Matsuha hampir saja menyia-nyiakan kesempatan untuk tetap hidup. Namun, berkat tulisan tangan Taki ditelapak tangan Matsuha sebelumnya. *Kepribadian cewek muncul lagi.*


Ia kembali bangkit dan pergi meninggalkan Itomori tepat dimalam matsuri sesaat sebelum komet itu menghantam Itomori. 

Perjuangan mereka untuk saling bertemu benar-benar melelahkan. Perjuangan saya untuk tetap menonton dalam kondisi tetap tidak menangis pun amat sangat melelahkan. Namun, akhirnya saya menangis juga. Hahaha. Dan selanjutnya menertawai diri sendiri. 

Dari animovie ini, kita belajar, tidak akan ada perjuangan yang sia-sia *Quote Murahan, hahaha* namun, kalimat itu memang benar. Tidak akan pernah ada perjuangan yang sia-sia.

Rate : 4.99/5